Batman Effect:

3 Tips Percaya Diri ala Beyonce dan Adele ini Bisa Bantu Kamu saat Tampil Di Depan Umum!

Kamu sering gugup ketika harus tampil di depan umum? Merasa tidak percaya diri saat diri kamu harus menjadi pusat perhatian? Coba deh lakukan strategi ala Beyonce, Adele dan Kobe Bryant ini.

Strategi ini disebut Batman Effect. Yuk kita bahas apa itu Batman Effect.

Sama seperti kita, tokoh populer dunia juga pernah merasa nervous, gugup, dan cemas saat di panggung, atau saat menjalani project tertentu dan saat melalui kompetisi yang sengit.

Ketika berada di situasi itu, mereka mempraktekkan Batman Effect, sehingga mereka berhasil tampil dengan optimal

Apa sih Batman Effect itu?

Batman effect adalah teknik penciptaan alter ego untuk mengoptimalkan respon terhadap situasi yang sulit ditangani

Awalnya, strategi ini diterapkan untuk anak-anak. Tapi Ethan Kross, profesor psikologi menjelaskan teknik ini juga bisa dipakai di dunia profesional

Karakter favorit di penelitian ini dinamakan alter ego sebagai bentuk ekstrim dari self-distancing

Yang mana kita membuat jarak dengan subjek, sehingga kita bisa menangani situasi dengan lebih tenang

Batman Effect ini udah dipraktekin sama tokoh-tokoh ini, lho! Seperti:

  1. Beyonce – Sasha Fierce

Beyonce mengaktifkan mode Sasha ketika merasa gugup di panggung

Karakter Sasha digambarkan berkarakter tegas dan percaya diri

Sampai akhirnya, dia berhenti pakai teknik ini karena merasa sudah menggabungkan karakter Sasha dalam dirinya

  1. Adele

Terinspirasi dari Beyonce, Adele juga nyiptain alter ego yang diberi nama Sasha Carter

Persona itu kombinasi dari Sasha Fierce (Beyonce) dan June Carter (Pemusik)

Dia merasa strategi ini efektif digunakan sehingga ia tampil pede di panggung

  1. Kobe Bryant

Di tahun 2003, Bryant didakwa melakukan pelecehan seksual sehingga hidup dan karirnya terguncang

“Kobe” yang ditugaskan menyelesaikan personal lifenya, menjadikan “Black Mamba” sebagai alter ego untuk memperbaiki kehidupan profesionalnya sebagai pemain basket

Ethan Kross melakukan sebuah penelitian. Dia membagi 3 kelompok anak usia 4-6 tahun untuk:

  • Menyelesaikan tugas membosankan di komputer
  • Fokus dan all out di tugas itu
  • Boleh beristirahat kapan pun dengan main game di tablet
    Kemudian ketiga grup diminta bertanya ke diri sendiri, dengan format:

Grup 1: “Apakah saya bekerja keras?”
Grup 2: “Apakah …(nama) bekerja keras?”
Grup 3: “Apakah (tokoh favorit) bekerja keras?”
Ditugasi berpura-pura jadi tokoh favorit (Batman, Bob the Builder, atau Dora the Explorer)

Hasilnya:

  • Kelompok 1 yang hanya memberi cerminan terhadap diri sendiri sebagai pekerja keras atau bukan akhirnya malah berkecil hati karena memang tugas yang diberikan memang cenderung membuatnya bosan dan stress. Mereka akhirnya memiliki motivasi buruk karena mereka yang paling banyak beristirahat dari tugasnya yang membosankan itu
  • Kelompok 2 cenderung melakukan lebih baik daripada kelompok 1. Ini disebabkan adanya sedikit pemisahan jarak antara diri sendiri dan orang lain, meskipun kelompok 2 ini menggunakan namanya sendiri, persepsi antara diri sendiri dan tokoh yang disebut namanya melibatkan peran berbeda yang sedikit membantu keluar dari persepsi negatif terhadap dirinya sendiri.
  • Kelompok 3 menjadi kelompok yang bekerja lebih keras, istirahat lebih sedikit, dan lebih enjoy mengerjakan tugasnya. Ini disebabkan adanya persepsi akan persona si tokoh yang disukai, karena pada umumnya seseorang akan menyukai persona orang lain berdasarkan minat pada kelebihan yang dimiliki tokoh favorit. Dengan menjalankan peran sebagai tokoh favorit, mereka jauh memiliki keyakinan bahwa ia mampu tampil percaya diri dan fokus pada tugasnya.

Terus gimana sih cara membangun alter ego? Simak 3 tips mudah berikut:

Tips 1. Identifikasi situasi

Apa situasi yang membuat kamu ingin tampil sebagai versi terbaik dirimu?

Bisa kamu lakukan di situasi umum ataupun spesifik, misal saat lagi kerja:

  • Presentasi di depan klien (spesifik)
  • Di kantor (umum)
  • Saat pidato (spesifik)
  • Saat wawancara (spesifik)

Tips 2. Gambarkan alter ego

Munculkan detail karakter yang kamu ingin tampilkan di situasi saat kamu tampil di depan publik

  • Apa aja kira-kira sifat yang mereka punya?
  • Bagaimana karakter itu saat berinteraksi dengan orang lain saat di situasi tersebut?
  • Bagaimana mentalitas dan energinya?

Tips 3. Latihan dan konsisten

Manfaat mengaktifkan alter ego ini banyak lho sobat, bisa mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan jadi lebih rasional dan mampu mengendalikan diri.

Berani coba teknik ini? Yuk terapin di kehidupan kita sehari-hari saat kita masih merasa kesulitan dan cemas saat tampil di depan umum. Jika dirasa sudah terbiasa dan percaya diri, kamu bisa berhenti menerapkan teknik ini seperti halnya Beyonce!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *